Judul : Kado untuk Pasutri
Penulis : Norma Juliandi, dkk
Editor : Norma Juliandi dan Berry Juliandi
Desain Sampul : Leo Sastra Candra Winata
Penerbit : Pena Nusantara
ISBN : 978-602-18878-0-6
Cetakan : pertama
Harga : Rp. 38.000 (Indonesia), 600 yen (Jepang).
Jumlah Halaman : x + 240 halaman
Buku ini saya dapat dari Giveaway Bunda Yati beberapa bulan lalu. Karena selalu berpindah tangan untuk meminjam, akhirnya saya sendiri baru menamatkan buku ini tadi malam. Awalnya saya ragu untuk membaca buku ini, karena saya sendiri belum berumah tangga. Tapi apa salahnya jika saya membaca kisah rumah tangga orang lain ^^
Buku ini berisi 46 kisah rumah tangga, asam manis pahit asinnya. Kisahnya benar-benar terjadi di dalam masyarakat. Dengan bahasa yang sederhana dan apa adanya, maka se-njelimet apapun konflik rumah tangga akan terasa ringan untuk dibaca. Percaya atau tidak, pada kisah pertama saja, saya sudah mengharu biru. Kisah seorang istri yang mempertahankan hubungan rumah tangga dari hal yang tak diinginkan. Feeling, begitu saya menyebutnya. Feeling perempuan memang hebat dan dahsyat untuk orang yang dikasihinya.
Dilanjutkan dengan kisah keluarga sederhana dan istri yang menerima apa adanya pemberian suami. Bersyukur, itu jawaban yang saya dapat dari kisah mereka. Menerima dengan senang hati dan tulus hadiah suami yang menurut orang lain hanyalah barang yang bisa dikatakan sampah. Tak ada rasa malu, yang ada malah sebuah rasa bangga dan cinta. Subhanallah, saya inginjadi perempuan yang pandai bersyukur seperti itu.
Tak salah bagi saya yang belum berumah tangga membaca buku ini. Benar sekali judulnya, Kado Untuk Pasutri. Buku ini telah menjadi satu kado indah buat memori yang ada di otak saya, seperti merekam dengan jelas kisah-kisah tersebut menjadi nyata. Walaupun saya masih single tapi banyak sekali pelajaran berharga yang bisa saya petik dalam kisah-kisah yang mengharu biru, yang menyejukkan, penuh tangis dan tawa. serta ada dentuman kagum pada mereka yang menjalani biduk rumah tangga. Kisah pendek tak membuat saya jenuh, malah kadang saya merasa kurang dengan satu kisah yang disajikan. Saya ingin tahu kelanjutannya seperti apa. Apalagi kisah pasangan yang merantau ke negeri orang. Istri yang mendampingi suami di tanah seberang. Sungguh hebat wanita-wanita yang merelakan segalanya untuk mendampingi suami.
Buku ini keren! Udah, itu saja komen saya.
waau cara penyampaiannya mengesankan..
ReplyDeleteandai saya punya buku sendiri pasti minta direview.
Selamat ya ..
boleh. boleh mas. dibikin dulu bukunya ^^
Deletesaya belum punya istri boleh beli ga ya ???
ReplyDeletekasih tau gak yaaaa.. hahaha
DeleteBerarti cocok juga untuk para bujangan seperti saya ya Mbk.
ReplyDeleteJadi penasaran lihat bukunya.
cocok aja sih menurutku. asal gak buat anak-anak :p
DeleteMenulis review buku memang bervariasi, berbeda antara review novel/fiksi dan non fiksi. Review buku pada hakekatnya menilai buku karya orang l.ain berdasarkan persepsi kita. Syarat utama menulis review buku harus membacanya sampai tuntas.
ReplyDeleteReview di atas cukup memadai namun perlu ditambah apa kelebihan/kekurangan buku ini serta cocok bagi siapa.
Salam hangat dari Surabaya
waahh.. makasih atas masukannya, Pakdhe :D
DeleteWah, Aman buat yang masih belum menikah ya Mbak :)
ReplyDeleteInsyaallah aman, hampir semuanya motivasi kok :)
DeleteAku juga dapat buku itu dari Bunda Yati, durung tak baca hehehe.
ReplyDeleteBuku darimu sudah kubaca yang Bunda Arabia, tengs yaw mbak :D
essiipp... malah aku yang belum baca :P
DeleteSepertinya menarik, bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran mungkin ya kalau buat yang belum menikah :D
ReplyDeletealrite. bener banget. aku aja sampe terbengong-bengong saking harunya :D
DeleteSaya pun punya buku tsb hadiah dari Bunda Yati, tapi saya tdk bisa mereview buku seperti Ayu hehehe..
ReplyDelete