[Review] 99 Cahaya di Langit Eropa

99 cahaya di langit eropa

Judul : 99 Cahaya di Langit Eropa (Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa)

Penulis : Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra

Penertbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : 2011

Tebal : 412+ hlm


99 Cahaya di Langit Eropa adalah sebuah novel perjalanan penulis selama 3 tahun berada di Eropa. Adalah Hanum Salsabiela Rais yang menemani suaminya, Rangga Almahendra, mendapat beasiswa studi doktoral di Wina, Austria.

Karena belum mendapat pekerjaan, Hanum memutuskan utnuk mengambil kursus bahasa Perancis, dan di sanalah dia bertemu dengan Fatma Pasha, seorang warga negara Turki yang belum bisa mendapat pekerjaan karena berjilbab, yang kemudian membawanya berkeliling Eropa dan mengenalkan sejarah islam di dalamnya. Fatma pula yang memperkenalkan kepada Hanum bagaimana menjadi agen muslim yang baik. Fatma yang ternyata adalah keturunan dari Kara Mustafa Pasha yang dianggap sebagai pembunuh oleh bangsa Eropa. Namun, pada saat kursus bahasa perancis berakhir, Fatma tiba-tiba menghilang dan kembali ke Turki, padahal dia menjadi yang terbaik dalam kursus tersebut.

Asian Dream Cup 2014 di Indonesia

Asian Dream Cup 2014 di Indonesia - Selamat sore menjelang akhir pekan rekan blogger. Sore ini saya akan upload beberapa foto dan bercerita tentang pengalaman mengikuti fans meeting Running Man dan pertandingan sepak bola Asia Dream Cup asuhan Park JiSung. Seperti yang kalian tahu kalau acara ini sudah sangat lama dan saya lupa untuk mempostingnya, hehehe. 

Sesaat setelah sebuah toko tiket online merilis harga tiket untuk fans meeting dan pertandingan bola saya langsung undur diri menyatakan ingin melihat mereka tentunya terutama Running Man cast. Ya, terlalu mahal buat saya untuk sekedar melihat mereka, sayang duit, mending buat bayar kosan, hehe. Tapi saya teringat kalau acara ini berbau-bau Korea Selatan dan berharap peruhasaan tempat saya bekerja kembali menyediakan tiket gratis untuk karyawan seperti halnya pertandingan Chelsea vs Indonesia dan konser Lee HeAh di Indonesia. Benar saja, beberapa hari setelahnya ada email dari admin untuk mendaftar mengikuti acara ini meskipun dilakukan dengan sistem undian.

Dari sekian banyak rekan kerja yang mendaftar daannnn nama saya pun tidak muncul. Sedih, dek! Pengen nangis tapi akhirnya kembali ke meja kerja dengan tidak ikhlas. Satu jam setelahnya, saya dan seorang teman dipanggil oleh admin dan salah seorang leader untuk kembali mengikuti undian dari tiket tambahan. Rejeki tidak kemana, nduk. Alhamdulillah dapat satu tiket VIP untuk fans meeting, yeay!

Dan, hari itu pun tiba. Berangkat dari Samsung jam 2 siang tiba di GBK (untuk kali kedua) jam 3 lebih. Kesiangan, sih. Tapi ya tak apa, untungnya bisa dapat baris antrian paling depan.

Jogja, Yang Kurindu

Semalam, sahabat sedari kuliah mengatakan sedang plesir ke jogja, menikmati malam di sebuah angkringan. Ah, saya rindu saat-saat itu. Akhir tahun lalu kami menikmati pesona pantai di jogja dan juga mengunjungi kawasan mistis yang ternyata fotonya sudah ada di draft postingan saya sejak beberapa bulan yang lalu. Pada kunjungan ke jogja tahun lalu, hari pertama, kami menikmati 3 pantai di daerah gunung kidul. Dan untuk hari kedua kami berwisata sejarah yaitu ke candi borobudur, prambanan, dan lereng gunung merapi tepatnya ke desa tempat (Alm) Mbah Maridjan tinggal. Peringatan: postingan ini akan banyak sekali foto narsis :p

Candi Borobudur

Perjalanan pagi dengan menyewa mobil dengan tujuan pertama ke candi borobudur. Candi yang sempat menjadi bagian dari 7 keajaiban dunia ini sebenarnya terletak di derah Magelang, dan merupakan candi Buddha terbesar di dunia. Sayang ya, sudah tidak masuk kriteria keajabian dunia, tapi bagi saya kuil Buddha ini tetap keren dan luar biasa. Bahkan menurut desas-desus sejarah, candi borobudur tidak diketahui kapan kali pertama dibangun. Ada yang mengatakan para nenek moyang membangun candi ini tidak menggunakan semen melainkan hanya dengan putih telur. Jika dilihat dari segi relief dan struktur yang cukup kompleks, berarti nenek moyang kita adalah orang-orang yang kuat dan luar biasa. Pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkunjung, belum begitu ramai dan tidak panas.

Lamaran dan Primbon Jawa

Bismillah... Apa kabar, kawan?
Akhirnya blog ini berdomain berbayar. Saya mengubah domain blog karena kepengen aja, sih. Sepertinya kece kalo blognya menggunakan dotcom, hehe. Dan saya juga merombak total judul blog sesuai dengan nama domain yaitu gendhiss.com. Saya memlilih nama gendhiss karena sebelumnya brand tersebut sudah pernah saya gunakan untuk berjualan, jadi ya diteruskan saja. Ada teman berkata, "apa tidak rugi jika membeli domain blog sedangkan jarang update postingan?" Dan, tentu tidak. Karena saya pada dasarnya tidak mencari untung rugi dalam ngeblog, tapi kalo dapat rejeki dari blog ya Alhamdulillah. Memang sih, akhir-akhir ini saya jarang menyentuh blog karena amanah pekerjaan yang baru, lebih banyak tapi juga menyenangkan dan menantang. Tapi InshaAllah saya tetap blogger, kok, hehe. Hanya saja, saya belum sempat untuk modifikasi template blog, jadi masih acak kadul seperti ini. Kalo ada teman-teman yang berbaik hati ingin membuatkan template blog ini, dengan senang hati saya menerima, hehehe.

Sudah deh, basa basinya :)

Di postingan sebelumnya saya pernah menyinggung tentang a man that proposed to me. Dan, Alhamdulillah seminggu setelah lebaran kemaren si mas membawa banyak sekali keluarganya ke rumah nenek saya yang ada di Lamongan. Rasa berdebarnya sungguh luar biasa. Untuk kali pertama debaran jantung saya secepat itu saat melihat si mas menjabat tangan saya dan menyematkan cincin emas sebagai tanda bahwa saya tela dilamar olehnya. Senyum terus tapi pengen nangis, pengen kabur tapi bahagianya luar biasa. Subhanallah, akhirnya ada seorang lelaki yang melamar saya secara besar-besaran seperti ini. Sayangnya, saya tidak mengundang wartawan jadi tidak ada foto ala-ala selebriti, hehe. Jadi cuma bisa share foto hasil jepretan adik saya di instagram.