Showing posts with label Buku. Show all posts
Showing posts with label Buku. Show all posts

[Review] Critical Eleven

Critical Eleven
dok. pribadi
Judul : Critical Eleven
Penulis : Ika Natassa
Editor : Rosi L. Simamora
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman : 344 halaman
Tahun terbit : 2015

Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven, sebelas menit paling kritis di dalam pesawat—tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing—karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. It's when the aircraft is most vulnerable to any danger.

In a way, it's kinda the same with meeting people. Tiga menit pertama kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah—delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah orang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan.

Ale dan Anya pertama kali bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sydney. Tiga menit pertama Anya terpikat, tujuh jam berikutnya mereka duduk bersebelahan dan saling mengenal lewat percakapan serta tawa, dan delapan menit sebelum berpisah Ale yakin dia menginginkan Anya.

[Review] Burung Burung Migran

Burung Burung Migran

Judul: Burung Burung Migran (Novelisasi Kisah Nyata Perempuan TKI di Negeri Orang)

Penulis: Miranda Harlan, Sutik A.S

Penerbit: Hikmah

Tahun Terbit: Agustus 2011

Tebal: 330


Burung Burung Migran, adalah sebuah novel yang diangkat dari kisah nyata seorang tenaga kerja wanita Indonesia di Malaysia dan Singapura. Dia adalah Sutik yang berasal dari Malang Jawa Timur. Novel ini menceritakan perjalanan Sutik menjadi TKW bukan karena kondisi ekonomi yang susah, tapi lebih karena emosi, perasaan rindu yang telah lama diendapkan untuk Yamin, suaminya yang kesekian.

Novel ini juga bercerita tentang masa kecil Sutik yang pengalaman buruk yang dia alami. Yaitu saat Sutik dilecehkan oleh keluarganya sendiri dan guru mengajinya, bahkan dia dipaksa menikah diusia 13 tahun dengan orang yang tak dikenalnya. Setelah menikah beberapa kali dan bercerai, akhirnya Sutik bertemu dengan Yamin yang lebih muda darinya. Sutik pun memutuskan bahwa Yamin lah pria terakhir dalam hidupnya. Kehidupan memang tak berjalan mulus seperti kondisi ekonomi yang memaksa Yamin harus melancong ke Malaysia demi gaji yang lebih besar. Yamin pergi tanpa kabar dan tak pulang-pulang, sedangkan Sutik sedang mengandung anak mereka yang Yamin sendiri belum tahu. Selang beberapa tahun kemudian Sutik memutuskan untukmenyusul Yaminke Negeri Jiran.

[Review] Adriana, Labirin Cinta di Kilometer Nol


Judul buku : Adriana, Labirin Cinta di Kilometer Nol

Penulis : Fajar Nugros, Artasya Sudirman

Penerbit : Lingkar Pena

Tahun terbit : 2010

Tebal : 400 halaman


ADRIANA, Labirin Cinta di Kilometer Nol adalah sebuah novel yang menceritakan perjuangan cinta seorang mahasiswa, Mamen namanya. Dan gadis yang membuat dia jatuh hati adalah Adriana, yang dia temui di lift perpustakaan nasional saat Mamen sibuk mencari bahan untuk skripsinya. Pertemuan mereka bermula saat Adriana menjatuhkan bukunya dengan sengaja di lift yang otomatis membuat Mamen bergerak membantunya. Mamen pun bertanya apakah ada kesempatan bagi mereka untuk berjumpa lagi. Jawaban gadis yang menjadi pujaannya tersebut malah membuat Mamen stress.
“Jika karpet itu berganti lima kali, aku akan menjumpaimu di tempat dua ular saling berlilitan pada tongkatnya, saat Proklamasi dibacakan.”
Satu per satu teka teki bermunculan saat Mamen tidak berhasil menemukan Adriana membuatnya kian pusing karena semasa SMA dia tidak mengerti pelajarang sejarah.

[Review] 99 Cahaya di Langit Eropa

99 cahaya di langit eropa

Judul : 99 Cahaya di Langit Eropa (Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa)

Penulis : Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra

Penertbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : 2011

Tebal : 412+ hlm


99 Cahaya di Langit Eropa adalah sebuah novel perjalanan penulis selama 3 tahun berada di Eropa. Adalah Hanum Salsabiela Rais yang menemani suaminya, Rangga Almahendra, mendapat beasiswa studi doktoral di Wina, Austria.

Karena belum mendapat pekerjaan, Hanum memutuskan utnuk mengambil kursus bahasa Perancis, dan di sanalah dia bertemu dengan Fatma Pasha, seorang warga negara Turki yang belum bisa mendapat pekerjaan karena berjilbab, yang kemudian membawanya berkeliling Eropa dan mengenalkan sejarah islam di dalamnya. Fatma pula yang memperkenalkan kepada Hanum bagaimana menjadi agen muslim yang baik. Fatma yang ternyata adalah keturunan dari Kara Mustafa Pasha yang dianggap sebagai pembunuh oleh bangsa Eropa. Namun, pada saat kursus bahasa perancis berakhir, Fatma tiba-tiba menghilang dan kembali ke Turki, padahal dia menjadi yang terbaik dalam kursus tersebut.

[Review] Test Pack

Judul buku : Test Pack
Penulis : Ninit Yunita
Penerbit : Gagas Media
Tahun terbit : 2010
Tebal : 202 hlm

Test Pack adalah sebuah novel yang mengisahkan tentang kehidupan rumah tangga sepasang suami istri, Rahmat dan Tata. Rahmat yang sering dipanggil Akang oleh Tata adalah seorang psikolog yang menangani kasus rumah tangga. Berusaha mendamaikan pasangan suami istri yang hendak bercerai. Sedangkan Tata adalah pengacara yang justru mengurus kasus perceraian.

Namun, konflik utama dalam novel ini bukan perkara pekerjaan mereka yang saling bertolak belakang. Melainkan masalah anak. Sudah 7 tahun Rahmat dan tata hidup berumah tangga namun masih belum dikaruniai seorang anak. Selama itu mereka berdua selalu rajin untuk mencoba gaya baru dalam berhubungan intim, membaca buku kamasutra. Dan selama 7 tahun itu pula Tata rajin mengamati hasil tes urinnya pada test pack. Dapat dikatakan Tata semakin kecanduan untuk melakukan tes kehamilan menggunakan test pack, hingga dia memiliki koleksi yang cukup banyak.

[Review] ibuk,

credit
Judul : ibuk,
Penulis : Iwan Setyawan
Penerbit : Gramedia Pustaka
Tahun : Juni, 2012
Tebal buku : 293 halaman
ISBN : 978-979-22-8568-0

"Seperti sepatumu ini, Nduk. Kadang kita mesti berpijak dengan sesuatu yang tak sempurna. Tapi kamu mesti kuat. Buatlah pijakanmu kuat." -Ibuk-

Buku ini adalah novel dari penulis best seller Iwan Setiawan. Terus terang saja, saya membeli buku ini karena sampul depan yang begitu menarik. Sebuah kombinasi seorang perempuan dengan segala kesederhanaan dan bergaya kuno. Dalam pikiran saya melayang bahwa buku ini akan bercerita tentang wanita desa. Dan benar saja.

Buku ini menceritakan sebuah kisah perjalanan seorang gadis belia bernama Tinah yang harus putus sekolah dan membantu neneknya berjualan baju bekas di pasar. Seperti kisah remaja lainnya, ada kisah cinta yang akhirnya mengubah hidupnya. Sim, seorang kenek angkot yang dijuluki playboy pasar berpenampilan ala kadarnya dengan sandal jepit dan berambut klimis berani 'apel' ke rumah nenek Tinah. Sebuah tanda setuju atas lamaran Sim pun mengubah dunia Tinah. Mereka adalah ibuk dan bapak.

Buku Best of Monday FlashFiction Go Live!

credit
I'm back!

Perkenalkan, kami adalah para pencinta FlashFiction yang tergabung dalam sebuah grup Monday FlashFiction (https://www.facebook.com/groups/MondayFlashFiction/).

Buku ini berisi 30 lebih FlashFiction dan Fiksimini hasil seleksi ketat para membernya, yang merupakan sebuah eksekusi prompt yang dilemparkan di setiap Senin. Dengan terjualnya buku ini, maka kami ikhlas memberikan royalti yang terkumpul kepada yang membutuhkan. Ini merupakan satu bentuk syukur kami bahwa pembelajaran kami berjalan lancar, dan semoga ini menjadi motivasi bagi para Monday FlashFiction-er untuk lebih produktif lagi berkarya. Dan, semoga teman-teman lain yang belum kenal dengan FlashFiction bisa mengetahui keberadaannya. Semoga juga teman-teman Monday FlashFiction tetap semangat menulis dan berkarya.

Untuk pemesanan silahkan menuju alamat: di sini :)

Pengumuman Mini Giveaway dan Progres Buku

Selamat pagi pemuda Indonesia #tssah. Rasanya sudah lama sekali saya gak update postingan curcol, hehe. Alhamdulillah Mini Giveaway yang saya adakan sudah ditutup dan ternyata banyak sekali yang ikut menjawab tantangannya. Sumpah saya ngikik bacanya. Bukan cuma saya sih, tapi si Abang juga.

Jadi gini ceritanya. Pas saya membuat Mini GA tersebut si Abang protes. Terlalu lebay katanya. Nanti orang mengira itu adalah pengalaman pribadi yang pernah saya rasakan. Ehm, memang pernah sih tau-tau ditinggal piket tapi gak sampai mengingkari janji. Jadi, si Abang tetep video call meskipun sedang di kantor :). Meskipun cuma beberapa menit tapi syukur deh dia gak melupakan janjinya. Kalau saya sih, pas sudah tau si Abang bakal sibuk di kantor, saya sudah punya senjata ampuh yaitu drama Korea, hahaha. Karena dengan nonton K-Drama, bisa-bisa gantian saya yang nyuekin si Abang :p

Karena saking banyaknya jawaban yang menohok hati saya, akhirnya saya memutuskan untuk melakukan sistem undian secara tradisional semacam arisan. Bisa diterima kan ya? Jangan tuntut saya, ya? :p

Here we go....

Lomba Cerpen, Tema: LDR [CLOSED]

Saat aku dan kamu ditengahi oleh jarak.

Cinta mempertemukan dua hati untuk berlabuh, dua hati yang saling mengadu, dua hati yang selalu bertemu. Cinta, memang tempat bermuara dua manusia pada satu titik poros waktu. Lantas, bagaimana jika cinta harus terpisah oleh jarak? Dua manusia meregang rindu karena tertahan ribuan kilometer. Dua hati terpaksa menyepi karena jutaan lorong waktu yang tak lagi sehati. Dan, saat hati memilih untuk tetap menanti.

Long Distance Relationship menjadi salah satu pilihan menyemai cinta yang terlanjur membara. Walaupun sebagian besar orang menganggap bahwa LDR tak akan pernah berhasil dalam sebuah hubungan. Hanya kesengsaraan yang didapat, begitu katanya. Namun, masih ada hati yang bersedia menanti untuk bertemu pada satu titik pasti suatu saat nanti. Meski di suatu masanya nanti, hati akan bertemu pada satu titik saturasi yang akan menjadi penguji kesetiaan hati.

[Review] Rantau 1 Muara

dokumen pribadi
Judul                     : Rantau 1 Muara
Penulis                  : A. Fuadi
Editor                    : Danya Dewanti Fuadi, Mirna Yulistianti
Penerbit                : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman    : 408
Cetakan                : II, Juni 2013
ISBN                     : 9789792294736

Merupakan buku ketiga dari Trilogi Negeri 5 Menara. Untruk review pada 2 buku sebelumnya bisa melihat postingan saya pada review untuk Negeri 5 Menara dan Ranah 3 Warna

Rantau 1 Muara bercerita tentang perjalanan tokoh sentral yaitu Alif untuk mewujudkan impiannya. Seorang mahasiswa yang telah mengarungi separuh dunia lewat pertukaran pelajar di Kanada dan Singapura. terlebih kemapuan menulisnya telah membuat berbagai karyanya berada di banyak media cetak. Alif pun menjadi salah seorang penulis kontrak untuk salah satu media. Puncaknya Alif berhasil diwisuda dan lulus dengan nilai terbaik. Namun, keadaan memang tak akan selalu berpihak seperti yang diharapkannya. Alif lulus pada saat kondisi ekonomi Indonesia sedang carut marut. Krisis ekonomi pada pemerintahan presiden Soeharto.

Awalnya, Alif berpikir dengan kemampuan dan segudang prestasinya, dia akan mudah untuk mendapat pekerjaan namun dia salah. Pergolakan reformasi di Indonesia membuat surat lamarannya lebih banyak mengalami penolakan. Uang tabungan semakin menyusut, tak bisa berkirim uang ke kampung halaman untuk amak dan adik-adiknya. Hingga debt collector pun mendatanginya.

[Review] Kado Untuk Pasutri

Judul                      : Kado untuk Pasutri
Penulis              : Norma Juliandi, dkk
Editor              : Norma Juliandi dan Berry Juliandi
Desain Sampul      : Leo Sastra Candra Winata
Penerbit              : Pena Nusantara
ISBN                      : 978-602-18878-0-6
Cetakan              : pertama
Harga              : Rp. 38.000 (Indonesia), 600 yen (Jepang).
Jumlah Halaman     : x + 240 halaman

Buku ini saya dapat dari Giveaway Bunda Yati beberapa bulan lalu. Karena selalu berpindah tangan untuk meminjam, akhirnya saya sendiri baru menamatkan buku ini tadi malam. Awalnya saya ragu untuk membaca buku ini, karena saya sendiri belum berumah tangga. Tapi apa salahnya jika saya membaca kisah rumah tangga orang lain ^^

Buku ini berisi 46 kisah rumah tangga, asam manis pahit asinnya. Kisahnya benar-benar terjadi di dalam masyarakat. Dengan bahasa yang sederhana dan apa adanya, maka se-njelimet apapun konflik rumah tangga akan terasa ringan untuk dibaca. Percaya atau tidak, pada kisah pertama saja, saya sudah mengharu biru. Kisah seorang istri yang mempertahankan hubungan rumah tangga dari hal yang tak diinginkan. Feeling, begitu saya menyebutnya. Feeling perempuan memang hebat dan dahsyat untuk orang yang dikasihinya.

[Review] Celengan Putih Merah

Penulis: Talhah Lukman Ahmad
Penyunting: Fatimah Azzahrah
Penerbit: Media Pressindo
Ukuran: 11,5 x 18,5 cm
Tebal: 152 halaman
ISBN: 978-979-911-218-7
Harga: Rp 22.500,- *)
Kadang gue berpikir kenapa sih celengan itu selalu identik dengan uang? Apakah sesuatu yang berharga itu harus selalu uang? Sampai-sampai di bank pun, pihak bank rela bikin safety box yang terbuat dari besi dan baja plus dikasih kunci kombinasi yang ribet banget.

Kembali timbul pertanyaan dalam diri gue: apakah yang harus dijaga atau disimpan ekstra ketat harus selalu berupa uang atau sesuatu yang berbentuk real (baca: nyata)?

Okelah, memang uang atau barang berharga lainnya perlu disimpan secara hati-hati supaya nggak dicolong maling tak bertanggung jawab. Tapi menurut gue masih ada hal lain yang bukan benda nyata, yang harus disimpan ekstra hati-hati.

Apakah itu? Jawabannya adalah KENANGAN.
Kecuali kalau kenangan buruk lo lebih banyak daripada kenangan indahya. Itu mah #nasib. Kalau gue sih jelas punya kenangan indah, terutama pas pakai seragam putih merah. Mulai dari demen boker di celana, mainan cingbenteng, sampai… ehm, cinta monyet pertama!

#CTK Giveaway


Title: Cerita Tentang Kita
Tagline: Ketika Rasa Tak Lagi Senada
sumber

ISBN: 978-602-225-633-5
Terbit: April 2013
Halaman : 144, BW : 144, Warna : 0
Harga: Rp. 34.100,00
Publish on LeutikaPrio

Deskripsi:
Ini tentang aku dan kamu. Ini tentang kita. Goresan ini tetap akan terukir. Apabila dirimu masih mengukir hidupku menjadi lebih istimewa. 
Melepaskanmu adalah caraku untuk membuatmu bisa bahagia. Aku terlanjur menyayangimu. Namun, mengapa waktu tak pernah cocok untuk kita? 

Salsa, cewek yang menganggap dirinya biasa saja bertemu dengan Okta, cowok konyol dan mengaku dirinya ganteng hanya karena sebuah topi. Pertemuan ini benar-benar tidak disangka oleh kedua belah pihak. Berkat Okta, Salsa bisa menggapai cita dan cinta menjadi lebih erat. Temukan perjalanan cinta mereka yang abstrak hanya disini!
 ***

How to buy #CeritaTentangKita?
1. Melalui LeutikaPrio
- Register di http://www.leutikaprio.com/daftar kemudian login, klik ini, klik BELI pada bagian bawah buku
- Akan tampil total biaya yang harus dikeluarkan
- Masukkan kode verifikasi -> klik check out
- Cek e-mail, transfer uang, dan lakukan konfirmasi pembayaran
atau
- SMS ke 081904221928 -nama, alamat, buku yang mau dipesan-
*Tinggal menunggu dan bersabar, pesanan bukumu akan tiba dan mendarat ke tanganmu. Happy reading!

2. Melalui Penulisnya Langsung
- Penulis berada di Sangatta, Kalimantan Timur. Untuk yang satu lokasi ataupun ingin langsung dari penulisnya, tetap diterima dengan senang hati *ongkos kirim ditanggung sendiri ya*
- Kirim nama dan alamat lengkap via e-mail ke: v2ituaza@yahoo.com
- Konfirmasi pembayaran lalu pengiriman, dan buku akan segera dikirim ke alamatmu. Happy reading! 

********

Buku Antologi Pertama- Harapku Untukmu

Judul : Harapku Untukmu
Penerbit : AE Publishing
Ukuran : 14 x 20 cm
Tebal : vii + 151 hlm
ISBN : 978-602-7748-46-0
Harga : 39.000

Ada untaian rasa yang tak kau mengerti. Ada setangkup keinginan yang tidak kau ketahui. Pun ada sekian harapan yang kuingin kau penuhi. Tak ada keberanian lisan ini. Segan, khawatir, takut kau akan tersakiti. Maka di lembaran ini kutorehkan semua isi hati. Harapku … untukmu …

Saya pernah menuliskan sebuah postingan tentang hadiah yang saya dapat untuk blog ini dan berkata bahwa nikmat itu ada. Ya, memang benar. Alhamdulillah hari ini kiriman buku yang mencantumkan nama saya sebagai penulisnya telah datang. Alangkah gembiranya saya melihat karya saya sudah tercetak dalam sebuah buku. Walaupun buku ini masih kroyokan atau banyak kontributor tapi ini menjadi pecut semangat untuk bisa menerbitkan buku tunggal saya, aamiin. Buku ini adalah hasil dari mengikuti sebuah event menulis dalam komunitas yang saya ikuti. Buku ini berisi kisah nyata dari para penulis yang mengungkapkan suatu harapan untuk seseorang yang mereka cintai. Bukan cerpen jadi bukan fiksi. Lebih tepat saya katakan buku ini adalah sebuah curahan hati penulis yang telah digoreskan dalam lembaran kertas.

[Review] Cerita di Balik Noda

Judul : Cerita di Balik Noda
Penulis : Fira Basuki
Penerbit : Jakarta KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) bekerja sama dengan Rinso Indonesia
Editor : Candra Gautama
Perancang Sampul : LOWE Indonesia
Penata Letak : Dadang Kusmana
Isi : xii + 235 halaman
Ukuran buku : 13,5 x 20 cm
Dicetak oleh : PT. Gramedia Jakarta
Harga : Rp. 40.000,-
"Kisah-kisah dalam Cerita di Balik Noda ini seolah menyadarkan kita betapa anak-anak adalah sumber kebijaksanaan hidup yang tak pernah kering jika kita mau melihatnya dengan cinta. Kenakalan mereka adalah kilau emas, dan kepolosan mereka adalah mentari pagi yang menghangatkan jiwa."
Buku Cerita di Balik Noda ini merupakan kumpulan cerita mini yang sangat inspiratif. Cerita yang awalnya ditulis oleh peserta lomba menulis "Cerita di Balik Noda" yang disponsori oleh Rinso ini kemudian ditulis ulang oleh Fira Basuki, penulis best sellers. Terdiri dari 42 kisah inspiratif diantaranya 38 cerita inspirasi dari pemenang lomba dan 4 cerita hasil karya Fira Basuki yaitu "Bos Galak", "Pohon Kenangan", "Sarung Ayah", dan "Foto".

Sebagian besar kisah di dalam buku ini memang bersinggungan dengan dunia anak-anak yang tak akan bisa lepas dari kotoran dan noda. Kisahnya unik, lucu, menggelikan, menyentuh dan tak sedikit pula yang membuat terharu. 'Noda mengajarkan anak-anak untuk bertanggungjawab' itulah yang saya tangkap dari beberapa kisah yang dituliskan. Bahkan tak sedikit juga kisah yang membuat orang tua mengetahui bahwa berani kotor itu baik.
“WALAUPUN AKU GEMUK, AKU TAK PERNAH MENYAKITI ORANG. WALAUPUN GANTENG DAN CANTIK, KALIAN PENUH NODA DI HATI.” - Halaman 36
Kalimat tersebut adalah cuplikan dari kisah yang berjudul "Tulisan di Kain Sprei" karya seorang ibu. Dari cerita tersebut dapat dilihat bahwa noda pun bukan hanya yang terlihat secara fisik namun juga yang tak terlihat. Sungguh sangat menginspirasi sekali kisah-kisah dalam buku ini.

Penilaian saya terhadap konten atau isi dari buku ini adalah sangat menarik dan mengispirasi. Buku Cerita di Balik Noda ini memang utamanya ditujukan untuk para ibu, tapi menurut saya semua lapisan masyarakat juga bisa menikmati kisah-kisah dalam buku ini. Selain ceritanya yang dirangkai secara apik, bahasa yang sederhana, buku ini juga memberi pelajaran banyak kepada pembacanya.

Mungkin yang perlu sedikit diperhatikan adalah editorialnya, karena saya menemukan beberapa kata yang 'typo'. Tidak banyak, tapi untuk ukuran seorang penulis besar seperti Fira Basuki, hal ini harus menjadi perhatian penting. Saya juga sangat suka dengan design sampul buku ini. Sederhana namun tetap elegan dan filosofis sekali. Nah, yang belum punya buku ini jangan sampai ketinggalan ya teman-teman. Rugi banget kalau sampai melewatkan buku inspiratif ini.

Semoga dengan hadirnya buku ini bisa mengispirasi banyak ibu agar bisa memberikan kebebasan kepada putra putri mereka untuk mengembangkan kreatifitas.

Berani kotor itu baik.

[Review] Daun Yang Jatuh Tak Pernah membenci Angin

sumber gambar
Hai haiii taman blogger, How are you todayyyy??? Tetep semangat kan?? Mari selalu semangat dan menyebarkan energi positif untuk sesama :)

Let's... Saatnya saya mereview buku karangan Tere Liye. Sebenernya buku ini sudah selsai saya baca 3 bulan yang lalu, tapi saya lupa untuk menulis ulang dalam blog tercintah ini *alasan* hehe. Awal saya membeli buku ini karena saya tertarik dengan judunya yang unik "Daun Yang Jatuh Tak Pernah membenci Angin". Suatu konotasi yang unik menurut saya. Dengan bergenre romance remaja dan dengan kalimat-kalimat yang seperti biasa selalu menghipnotis untuk tidak mengalihkan pnadangan mata dari buku, hehe. Buku terbitan Gramedia ini tidak terlalu tebal dari novel sebelumnya yang saya baca yaitu Rembulan Tenggelam di Wajahmu. Tapi, menurut saya pribadi novel ini lebih tepat dinikmati oleh kaum remaja yang sedang kasmaran, hehe

Novel ini bercerita tentang kehidupan sebuah keluarga yang sangat miskin. Seorang ibu dengan dua orang anak yang sudah menanggalkan harapan bersekolah. Hingga akhirnya datanglah seorang malaikat yang memberikan sejuta impian terhadap mereka.

[Review] Bidadari Bidadari Surga

source
"Dan sungguh di surga ada bidadari-bidadari bermata jeli (Al Waqiah: 22). Pelupuk mata bidadari-bidadari itu selalu berkedip-kedip bagaikan sayap burung indah. Mereka baik hati lagi cantik jelita (Ar Rahman: 70). Bidadai-bidadari surga, seolah adalah telur yang tersimpan dengan baik (Ash-Shaffat:49)."
Dengarkanlah kabar bahagia ini.
Wahai, wanita-wanita yang hingga usia tiga puluh, empat puluh, atau lebih dari itu, tapi belum juga menikah (Mungkin karena keterbatasan fisik, kesempatan, atau tidak pernah 'terpilih' di dunia yang amat keterlaluan mencintai materi dan tampilan wajah). Yakinlah, wanita-wanita salehah yang sendiri, namun tetap mengisi hidupnya dengan indah, berbagi, berbuat baik, dan bersyukur. Kelak di hari akhir sungguh akan menjadi bidadari-bidadari surga. Dan kabar baik itu pastilah benar, bidadari surga parasnya cantik luar biasa. 
Kalimat di atas hanyalah epilog dari novel yang baru saja saya selesaikan dalam 3 hari ini. Buku dengan tebal lebih dari 350 lembar benar-benar sukses membuat saya mengharu biru. Sedih. Cemas. Takut. Bahagia. Bersyukur. Semuanya terasa menyatu dalam hati ini ketika tuntas membacanya. Bagaimana tidak, cerita ini sungguh sederhana, tentang kehidupan anak manusia. Tentang cinta dan ketulusan. Tentang janji dan tanggung jawab yang begitu jujur dari seorang aktor utama bernama Laisa. Dia seorang anak sulung, kakak tiri tepatnya. Tapi janji yang dia ikrarkan begitu sakral untuk diingkarinya. Janji untuk mengorbankan dirinya untuk adik-adiknya.

"KAU ANAK LELAKI DALIMUNTE! Anak lelaki harus sekolah! Akan jadi apa kau jika tidak sekolah?" Itulah kalimat tegas kak Laisa saat sedang memergoki salah satu adiknya bolos sekolah dan bermain di sungai. Ya. Laisa mengorbankan sekolahnya agar bisa membantu mamaknya di ladang, tidak lain agar adik-adiknya bisa melanjutkan sekolah. Laisa yang telah berjanji kepada babaknya untuk selalu menjaga adik-adiknya. Ehm, satu hal dari saya pribadi, perempuan juga harus sekolah, perempuan juga berhak mendapatkan pendidikan yang layak, perempuan juga berhak menjadikan mimpinya menjadi nyata.

Dalimunte lah adik yang paling penurut dan pintar. Di suatu perkumpulan rutin warga, dia membuat sebuah penemuan baru, yaitu 5 buah kincir air yang nantinya akan dipasang di cadas sungai untuk mengairi lahan warga sehingga tak bergantung pada hujan. Laisa. Kak Laisa lah yang membantu Dalimunte saat dipermalukan oleh beberapa pemuda kampung. Kak Laisa tidak akan membiarkan Dalimunte dipermalukan. Dengan nada yang begitu yakin, tegas tapi tenang semua warga akhirnya menyetujui penemuan baru Dali. Jika harus ada yang kecewa dan malu, itu adalah ia, bukan adik-adiknya.

[Review] Perahu Kertas

Hollaa.. Akhirnya aku balik lagi ke duniaku yang sangat menyenangkan ini. Dunia yang tanpa batas untuk mengukir tinta hitam di atas lembaran kosong ini. Dunia yang bebas! Kembali, aku bakal kasih sedikit review tentang buku #lain kali tentang kosmetik kali ya reviewnya#
Perahu Kertas yang kini sedang ramai pemutaran filmnya bagian kedua. Dan aku masih saja belum menengok ke bioskop walopun untuk film yang pertama. Alasannya, bukunya keren. Karya Dee ini mampu membuat aku bermimpi dan berimajinasi. Kembali ke masa muda, hehe. Gak perlu panjang2 kali ya aku bikin resensinya, pasti kawan blogger uda pada hapal deh ceritanya. Tapi bagiku, membaca baris demi baris cerita dari novel ini sangatlah berbeda dengan nonton filmnya. Dengan membaca, aku lebih bebas untuk berimajinasi dan membuat cerita itu menjadi nyata di otakku. Dan aktivitas itu sangat menyenangkan.
Lets start!
Kugy, penulus dongeng, penghayal, berantakan, apa adanya. Keenan, Cerdas, penuh dengan kejutan, artistik. Keduanya menyimpan cinta yang dalam. Keduanya sama2 telah dimiliki oleh hati yang lain. Kedua memiliki impian yang sama. Keduanya harus mengorbankan mimpinya.

Haiisshhh.. Gak tau ini mau nulis apaan.. wkwkwk lagi males banget.
So, lebih bijak kalo aku nulis beberpa quotes yang aku suka aja kali ya daripada aku nulis ulang alur ceritanya. OK? Setuju!!
“Gy, jalan kita mungkin berputar, tetapi satu saat, entah kapan, kita pasti punya kesempatan jadi diri kita sendiri. Satu saat kamu akan jadi penulis dongeng yang hebat. Saya yakin.”
“Kadang-kadang langit bisa kelihatan seperti lembar kosong. Padahal sebenarnya tidak. Bintang kamu tetap di sana. Bumi hanya sedang berputar.”
“Karena hati tak perlu memilih, ia selalu tahu kemana harus berlabuh.”
“Hati kamu mungkin memilihku, seperti juga hatiku selalu memilihmu. Tapi hati bisa bertumbuh dan bertahan dengan pilihan lain. Kadang, begitu saja sudah cukup. Sekarang aku pun merasa cukup.”
“Carilah orang yang nggak perlu meminta apa-apa, tapi kamu mau memberikan segala-segalanya.” 
“Kenangan itu hanya hantu di sudut pikir, selama kita diam selamanya dia tetap jadi hantu, ga akan pernah jadi kenyataan.” 
Sebenernya masih banyak sih yang bisa diambil dari novel ini. Tapi itu aja deh, karena aku suka banget dengan kalimat2 itu. Genre novel ini sebenernya buat remaja sih ya, tapi buat yang uda berumur juga enak banget dinikmati. Ceritanya ringan, alurnya jelas, bahasanya mudah dimengerti. Namun cerita ini berbobot dan tidak asal2an. Thumb up buat Dee.

[Review] Rembulan Tenggelam di Wajahmu

Assalamu'alaikum....
Kembali aku akan review salah satu buku dan buku ini kalo dibaca dari judulnya adalah buku yang uda lamaaa banget. Yep, aku uda beberapa kali baca buku ini, kadang juga cuma baca bagian2 tertentu yang buat aku kangen dengan emosi yang hadir dalam setiap kalimat dalam novel ini.
"Rembulan Tenggelam di Wajahmu" adalah novel Tere Liye yang pertama kali aku baca dan aku langsung jatuh cinta dengan gaya penulis satu ini. Awalnya aku sedikit bingung dengan plot yang dibuat bolak balik dari masa depan ke masa lalu dan dari masa lalu ke masa depan. Tapi ini Keren! Cerita yang hidup. Kisah yang menyentuh. Alur yang berani dan gak tanggung2 menurutku. semuanya total. Total kerennya. Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari setiap perkataan dalam tulisan, dan pasti akan sangat sayang jika dilewatkan begitu saja. 

Diawali dengan kisah seorang anak perempuan kecil yang hidup di panti karena yatim piatu dan hanya hidup dengan kesendiriannya, dengan pertanyaan2 alam otaknya. Diawali kembali dengan kisah perseteruan antara anak lelaki kecil berumur 10 tahun yang berani dan tegas dengan pemilik panti asuhan yang galak dan kejam. Anak lelaki yang selalu menghujat kenapa dirinya berada dalam panti asuhan bangsat itu. Kisah ini dimulai pula dengan perjalanan seorang pasien berumur 60 tahun yang sedang sekarat di rumah sakit. Pasien pemilik kongsi bisnis menggurita yang sedang sekarat. Cerita yang dimulai dan diakhir dengan suara bedug ditabug, suara takbir menggema. Lebaran! Cerita yang selalu berkaitan dengan hari raya yang seharusnya ada baju baru dan segala macam makanan enak. Cerita tentang mimpi2 yang tak akan pernah bisa digantungkan saja. Dan tentang 5 pertanyaan besar.

[Review] 2

Hollaa.. akhirnya aku review buku ini juga. Sebenernya uda lama banget aku slese bacanya, tapi yaaa antara males sama pengen posting yang lainnya juga sih.. hehe maklumlahh.. :)

Oke.. let's start guys.
Ini adalah novel kedua dari pengarang novel sukses 5cm yang sebentar lagi akan hadir di layar film. Menurutku Dhony Dhirgantoro sukses besar membuatku dan pembaca lainnya terhanyut dalan suasana yang di bawa ke dalam ceritanya. Novel 2 ini berkisah tentang mimpi, perjuangan, kesetiaan, keberanian, dan  cinta yang tak pernah ada habisnya dari seorang remaja yang tumbuh dengan berbagai macam kelebihan dan keterbatasannya.

Dimulai dengan kelahiran seorang bayi perempuan yang meruapakan anak kedua dan bernama Gusni Annisa Puspita, lahir dengan kelebihannya. Yup. Dengan ukuran tubuhnya yang sangat lebih besar dari ukuran tubuh bayi normal. Dan dari situlah perjuangannya dimulai.
Gusni, dengan polosnya, bercita-cita ingin menjadi pemain bulu tangkis seperti kakaknya, Gita, dan dengan tujuan hanya ingin melihat mama, papa, dan kakaknya selalu tersenyum saat dia bisa bermain bulu tangkis. Itulah yang Gusni katakan kepada sahabat yang selalu ada untuknya yaitu Harry, seorang anak dari pemilik kedai bakmi dan dengan lugunya menceritakan semua rahasia resep bakmi papanya.
"...air itu bikin basah, api bikin panas, tapi kalo senyum bikin orang senyum lagi."
Itu adalah hal yang dikatakan harry sebelum kerusuhan terjadi yang akhirnya membuat Gusni dan Harry harus terpisah untuk waktu yang cukup lama. Akhirnya pada usia 12 tahun Gusni memulai latihan bulu tangkis di GOR tempat Gita berlatih dan dengan menggunakan raket nyamuk yang biasa ia gunakan di rumah. Gusti sering diledek teman2nya yang ada di GOR dan yang diakatakan ibunya adalah: