[Review] Test Pack

Judul buku : Test Pack
Penulis : Ninit Yunita
Penerbit : Gagas Media
Tahun terbit : 2010
Tebal : 202 hlm

Test Pack adalah sebuah novel yang mengisahkan tentang kehidupan rumah tangga sepasang suami istri, Rahmat dan Tata. Rahmat yang sering dipanggil Akang oleh Tata adalah seorang psikolog yang menangani kasus rumah tangga. Berusaha mendamaikan pasangan suami istri yang hendak bercerai. Sedangkan Tata adalah pengacara yang justru mengurus kasus perceraian.

Namun, konflik utama dalam novel ini bukan perkara pekerjaan mereka yang saling bertolak belakang. Melainkan masalah anak. Sudah 7 tahun Rahmat dan tata hidup berumah tangga namun masih belum dikaruniai seorang anak. Selama itu mereka berdua selalu rajin untuk mencoba gaya baru dalam berhubungan intim, membaca buku kamasutra. Dan selama 7 tahun itu pula Tata rajin mengamati hasil tes urinnya pada test pack. Dapat dikatakan Tata semakin kecanduan untuk melakukan tes kehamilan menggunakan test pack, hingga dia memiliki koleksi yang cukup banyak.

Bagi Rahmat, masalah anak bukanlah hal utama dalam rumah tangga, yang penting Rahmat mencintai Tata. Tapi bagi Tata, justru karena dia mencintai suaminya maka dia harus memberikan anak. Tata semakin frustasi saat teman kerja Tata kembali hamil anak kedua, bahkan kucing tetangga rumah pun hamil juga. Sedangkan Tata masih belum menemukan 2 garis merah pada test packnya. Ketakutan terbesar Tata adalah dia infertil alias mandul sehingga membuat dia tak berani memeriksakan diri ke dokter.

Akhirnya setelah mendapat bujukan dari temannya, Rahmat dan Tata pergi ke dokter untuk periksa kondisi Tata. Setelah menjalani berbagai macam tes, ternyata Tata tidak mandul. Rahmat pun memeriksakan diri secara diam-diam, dan hasilnya infertil. Rahmat mandul. Konflik pun semakin lebih dalam dengan kehadiran mantan kekasih Rahmat yang juga mandul.

***

Saya membaca novel ini hasil pinjam dari rak buku teman saya. Tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikannya. Dari pandangan pertama saya sangat tertarik dengan judulnya dan salah satu komentar yang ditampilkan pada kover buku "Jangan kawin dulu sebelum baca buku ini." bikin penasaran maksimal, hehe. Saya lebih suka dengan kover aslinya yaitu 2 gelas wine daripada kover film. Lebih sederhana tapi elegan.

Cerita yang diangkat dalam novel ini adalah cerita yang sering terjadi di masyarakat, cerita yang sering menjadi konflik utama dalam kehidupan keluarga. Ide cerita yan menarik dengan pengemasan yang menarik pula. Ada dua sudut pandang dalam novel ini yaitu Rahmat dan Tata yang sama-sama menjadi tokoh utama. Walaupun dengan metode seperti itu, saya tidak bingung membacanya dan dapat dipahami dengan jelas. Jalan ceritanya ringan dengan bahasa yang mudah dipahami, tapi tetap oke diksinya. Ditambah lagi dengan percakapan dengan bahasa Inggris dan Sunda membuat cerita menjadi lebih renyah.

Adanya pemeran pembantu menjadikan novel ini menjadi lebih kocak, seperti pertengkaran suami istri yang ingin bercerai di ruangan Rahmat, atau nama dokter yaitu Peni S. hahaha bisa jadi novel ini bergenre komedi romantis. Kelebihannya, membuat pembaca tidak bosan tapi tetap tidak mengabaikan konflik utama. Sayangnya, penyelesaian masalah cenderung cukup kilat. Saya rasa, walaupun saya belum menikah, persoalan infertil dalam rumah tangga itu cukup penting. Mungkin bisa ditambah lagi dengan alur yang menjadikan kisahnya lebih dramatis. hehehe. Tapi secara keseluruhan ceritanya oke punya dan memang wajib dibaca oleh yang yang sudah atau belum menikah baik itu laki-laki mauapun perempuan.

Cerita yang ringan, pengemasan yang menarik dan cukup mengaduk-aduk emosi saya. Dan yang saya dapatkan dalam novel ini adalah tentang sebuah komitmen, tentang mencintai dengan tulus dan menerima segala kekurangan dan kelebihan. Start loving someone because you want to

Setelah baca novel ini, kebetulan pas movie test kerjaan, saya mengambil DVD Test Pack. Cukup mengecewakan, karena ceritanya berbeda dengan novel. Hmm, lebih rekomen untuk baca novelnya saja :)

21 comments:

  1. Replies
    1. Suka banggeettt.. bisa jadi pegangan sebelum nikah ^^

      Delete
  2. saya bacanya tahun 2008-an kalo ga salah...sempat termewek-mewek :D

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Saya juga suka banget liat cover bukunya :)

    ReplyDelete
  5. dulu covernya ga begitu seingatku yu, warnanya biru.. aku beli jaman masih sma sih, apa beda ya, atau cetak ulang ya kok tahun terbitnya 2010?? hehe lupa,tapi ceritanya sama,bukunya sudah ilang dipinjam teman enggak kembali :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa aku tau yang kover biru itu mbak, gambar cewek cowok. mungkin itu pas belum terkenal kali ya...

      Delete
  6. ini yg main akang reza hihi
    pengen jg aq buat buku suami istri :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku suka pilemnya karena si Akang ini aja. selalu kece badai aktingnya :*

      Delete
  7. aku udah nonton filmnya yaaaaa, keren. lucu kocak. tapi males baca bukunya soalnya udah tahu jalan ceritanya hehe, buat bekel kalau jadi ibu nanti hehehe :) Ada reza rahadian soalnya mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pilem sama bukunya lumayan beda Bel, dan aku lebih suka bukunya :p

      Delete
  8. revienya baguss.. kebetulan saya belum baca bukunya dan nonton filmnya,,hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ndang ditontong, bang. rugi kalo gak tau isinya :p

      Delete
  9. terkadang memang film jauh beda dengan novel. karena film time0nya sangat singkat jadi tak bisa sedetail novel,...peni, ach kebayang dech lucunya sang dokter ini....salam :-)
    btw-aku juga lagi buat GA, dicari 32 orang blogger yg suka nulis dan corat coret untuk jadi pemenang buat dapatkan gift unik dari Makassar, Tana Toraja dan Martapura Kalimantan Selatan.....salam :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener sih, tapi saya juga gak suka dengan novel yang akhirnya jadi sinetron.. bbrrrr gemes

      Delete
  10. Aku nonton filmnya aja, nggak baca novelnya... Beda to ceritanya...

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^.^