[Review] Burung Burung Migran

Burung Burung Migran

Judul: Burung Burung Migran (Novelisasi Kisah Nyata Perempuan TKI di Negeri Orang)

Penulis: Miranda Harlan, Sutik A.S

Penerbit: Hikmah

Tahun Terbit: Agustus 2011

Tebal: 330


Burung Burung Migran, adalah sebuah novel yang diangkat dari kisah nyata seorang tenaga kerja wanita Indonesia di Malaysia dan Singapura. Dia adalah Sutik yang berasal dari Malang Jawa Timur. Novel ini menceritakan perjalanan Sutik menjadi TKW bukan karena kondisi ekonomi yang susah, tapi lebih karena emosi, perasaan rindu yang telah lama diendapkan untuk Yamin, suaminya yang kesekian.

Novel ini juga bercerita tentang masa kecil Sutik yang pengalaman buruk yang dia alami. Yaitu saat Sutik dilecehkan oleh keluarganya sendiri dan guru mengajinya, bahkan dia dipaksa menikah diusia 13 tahun dengan orang yang tak dikenalnya. Setelah menikah beberapa kali dan bercerai, akhirnya Sutik bertemu dengan Yamin yang lebih muda darinya. Sutik pun memutuskan bahwa Yamin lah pria terakhir dalam hidupnya. Kehidupan memang tak berjalan mulus seperti kondisi ekonomi yang memaksa Yamin harus melancong ke Malaysia demi gaji yang lebih besar. Yamin pergi tanpa kabar dan tak pulang-pulang, sedangkan Sutik sedang mengandung anak mereka yang Yamin sendiri belum tahu. Selang beberapa tahun kemudian Sutik memutuskan untukmenyusul Yaminke Negeri Jiran.

Masak Sendiri, Jangan Beli di Warung

pesmol ikan mujaer
pesmol ikan mujaer
Masak sendiri, jangan beli di warung adalah tantangan yang saya buat untuk diri sendiri sejak menginjakkan kaki di tanah Sampit dan berkumpul dengan suami. Sudah cukup masanya suami harus makan masakan warung yang tidak bisa dipastikan gizi dan kebersihannya. Kalau gizi mungkin bisa dilihat secara kasat mata dari isi makanan tersebut, tapi faktor kebersihan belum tentu dijamin. Apalagi saya termasuk orang yang pemilih tempat makan, bukan makanannya tapi tempat makannya. Sebelum makan di luar pasti melihat lingkungan sekitar termasuk tempat cuci piringnya yang berakhir dengan membawa pulang makanan tersebut dan tidak makan di tempat. Alasan kedua ya karena ini seorang istri yang harus melayani suami termasuk menyiapkan makanan meskipun skill memasak masih ala kadarnya. Ditambah lagi saya masih belum berminat untuk mencari pekerjaan di luar rumah jadi dapur adalah tempat favorit selama seharian di rumah.

Sekilas Tentang Sampit

bandar udara Sampit
bandar udara Sampit
Hampir satu bulan saya tinggal di Sampit berdua dengan suami terganteng karena suami baru saja dimutasi dari Palangkaraya kira-kira 5 bulan lalu. Proses mutasi agaknya sedikit mendadak padahal kami sudah membeli rumah di Palangkaraya, jadi untuk di Sampit kami menyewa rumah karena menurut suami, di Sampit mungkin tidaklah lama. Sebagai pemanasan, saya akan sedikit menceritakan tentang kota ini. Pasti sudah banyak orang yang mengenal kota ini dengan sejarah kelamnya, tapi ada juga beberapa orang yang ternyata tidak tahu Sampit itu ada di pulau mana. Ini beneran, loh, teman sendiri bertanya di mana lokasi Sampit berada haha. Mengenang sejarah kelam yang pernah terjadi di kota ini memang tragis dengan begitu banyak korban tapi Alhamdulillah kota kecil ini sekarang damai. Hampir di setiap sisi kota dan keramaian akan sangat mudah dijumpai orang-orang asli Madura. Bahkan banyak penjual yang berasal dari Madura. Itu berarti kedamaian memang sudah tercipta antara dua suku tersebut. Semoga selalu damai dan tentram ya. Sampit itu kota kecil yang rapi dan bersih. Tata kotanya tidak berantakan dan di sepanjang jalan atau tempat umum tidak pernah saya jumpai tumpukan sampah atau sampah yang berceceran. Tak heran jika kota Sampit mendapat penghargaan Adipura.

Keguguran

Beberapa minggu lalu saya memberikan kabar bahagia tentang kehamilan saya yang pertama di usia pernikahan kurang dari dua bulan. Mungkin postingan ini akan bernada sebaliknya, yaitu berita sedih tapi saya tidak ingin mengumbar kesedihan dan larut di dalamnya terlalu lama. Saya di sini akan membagikan cerita yang mungkin bisa dijadikan pengalaman untuk wanita yang sedang hamil muda di luar sana. Mungkin bisa dijadikan pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang untung para wanita yang telah diberikan amanah oleh Tuhan berupa janin di dalam rahimnya. Luar biasa bukan rasa menjadi seorang ibu?

Sekitar dua minggu lalu, saya mengalami pendarahan selama dua minggu. Awalnya, saat usia kehamilan 9 minggu saya mengalami flek atau bercak darah di siang hari. Namanya juga flek jadi darahnya tidak terlalu banyak, mungkin dua tetes tapi berulang setiap saya buang air kecil disertai darah yang ikut menetes. Malamnya, saya dan suami memutuskan untuk menemui dokter kandungan karena tidak ingin terjadi hal tidak baik pada kandungan saya. Selama mengantre, saya buang air kecil satu kali dan dari situlah semua kondisi panik saya rasakan. Buang air kecil disertai darah yang mengalir deras dengan gumpalan kecil layaknya saat menstruasi. Saat di ruangan dokter pun saya menceritakan hal yang saya alami yang akhirnya diberikan obat penguat kandungan, kalau tidak salah nama obatnya Preabor, serta vitamin. Besoknya hal itulah yang terjadi, yang kebanyakan orang memberi nama keguguran. Saat bangun tidur saya ke kamar mandi untuk buang air kecil tapi yang meluncur keluar adalah darah yang sangat banyak disertai gumpalan sebesar jempol tangan saya. Astaghfirullah. Setelah itu darah demi darah selalu keluar saat saya buang air kecil bahkan kadang keluar tanpa saya sadari sehingga saya harus mengenakan pembalut yang paling panjang. Keluarnya darah itu berlangsung selama satu minggu dengan jumlah yang cukup banyak, selanjutnya darah keluar sedikit seperti flek selama lebih dari satu minggu.  Selama pendarahan itu saya tetap mengonsumsi obat penguat kandungan dan vitamin yang diberikan dokter. Awalnya suami meminta saya untuk kembali ke dokter saat tahu kondisi seperti itu tapi saya menolak. Alasannya, saya tidak siap jika dokter harus bilang calon anak saya gugur. I am hopeless, I am pathetic right now.