A Happy Project Plan Shine Fikri

A Happy Project Plan Shine Fikri
A Happy Project Plan Shine Fikri, sumber: FB Shine Fikri
A Happy Project Plan Shine FikriMembaca selayang pandang yang dituliskan oleh Mba Shine Fikri seperti berkaca pada diri sendiri, seorang ibu rumah tangga yang pernah merutuki nasib setelah menikah dan hamil. Menanggalkan segala ‘kesenangan’ sebelum menikah dan masuk ke dalam sangkar emas. Tanpa kegiatan yang berarti, hanya ngendon saja di rumah ngurus anak. Ingin sekali menjadi ibu rumah tangga produktif seperti Mba Shine, meski beliau memang melalui lika liku hidup yang tak sedikit hingga mempunyai dua anak. Yuk mari berkenalan dulu dengan pemilik blog www.shinefikri.com ini.

Baca Juga: Myra Anastasia, Konsisten Menulis Konten

Blogger yang memiliki nama asli Nur’aeni ini mulai tertarik pada duni kepenulisan saat sekolah menengah pertama, dimulai dengan sering menulis buku diary dan saling bertukar surat dengan sahabat istimewanya. Dari situlah minat menulis semakin besar hingga SMA dan ternyata menjadi juara pada ajang lomba menuli ssurat untuk Bupati Subang. Nasib baik membawa Mba Shine pada Forum Lingkar Pena Bekasi, bertemu dengan penulis-penulis keren, hingga menjabat sebagai sekretaris, kepala sekolah pramuda, dan kepala sekolah muda. Selama berada di FLP, Mba Shine menerbitkan 10 buku antologi seperti Mengejar Mimpi, Cerita Cinta Ibunda, Di Masjid Hatiku Terkait, dan judul-judul lainnya. Bahkan beliau juga menerbitkan satu buku solo bertema IT.


Hingga saatnya Mba Shine menikah dan meninggalkan FLP yang sempat membuat beliau babyblues karena tidak ada kegiatan padahal sebelumnya termasuk wanita aktif berkarya. Dan blog adalah salah satu obat bagi ibu rumah tangga berparas manis tersebut untuk mencurahkan isi hati. Dalam blog dengan tagline Dream Shine, Think Shine, Experience Shine tersebut, beliau banyak berbagi tentang kegiatan rumah tangga, pengalaman sehari-hari, dan juga beberapa tips parenting.

Salah satu tulisan yang mmebuat saya tertarik adalah #BahagiaDiRumah Dengan Tersenyum, yang merupakan a happy project plan yang diciptakan Mba Shine karena sebelumya terlalu banyak berkeluh kesah tentang maslah rumah tangg seperti sang suami yang terlalu fokus pada gadget. Rumusan a happy project plan a la Shine Fikri adalah sebagai berikut:
  1. Saat berkumpul, jauhkan gadget. Ini nih, yang paling susah saya terapkan pada suami, karena pekerjaan beliau yang selalu mobile dan based on phone membuatnya sering buka ponsel. Tapi sejak ada bayi, cukup berkurang sih, paling kalau ke WC menjadi lebih lama (karena main game takut ketahuan saya, haha).
  2. Empati dan simpati. Alhamdulillah dapat berjalan, suami sudah mulai membantu urusan rumah tangga meski sekadar mencuci piring atau nyapu.
  3. Senyum. Ini yang susah saya lakukan, tapi senyum kan ibadah ya, jadi harus dilatih.
  4. Children see then do. Intinya sih, sebagai orang tua harus memberi contoh yang baik bukan hanya ngomong saja.
  5. Menjadi ibu rumah tangga yang ikhlas. Titik.

Itulah a happy project plan a la Shine Fikri yang bisa diterapkan dalam rumah tangga. Dari pengalaman Mba Shine, project tersebut membawa perubahan yang signifikan pada rumah tangganya. Suami menjadi lebih care, anak-anak beliau menjadi lebih senang, dan tentunya Mba Shine akan lebih bahagia menjalani perang sebagai ibu rumah tangga. “Memutuskan untuk beralih profesi maka memutuskan untuk terus bahagia. Walaupun di rumah, berkarya juga tetap bisa dilakukan lho.”, pesan Mba Shine dalam tulisannya. Salah satunya dengan menulis, ngeblog, karena bukan hanya sekadar menuangkan uneg-uneg tapi bisa juga menghasilkan entah itu buku, hadiah, uang, dan kepuasan. Mari menjadi ibu rumah tangga yang bahagia.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^.^