Nur Aliah Saparida, IRT yang Produktif Berbisnis

Nur Aliah Saparida, IRT yang Produktif Berbisnis
Nur Aliah Saparida, IRT yang Produktif Berbisnis
Mari berkenalan dengan seorang Mom Blogger yang cukup aktif berbisnis di berbagai bidang usaha, bahkan menjadi ketua koperasi. Namanya Nur Aliah Saparida atau yang lebih akrab dipanggil Mba Widhie. Saya pertama kenal dengan beliau lewat satu komunitas blogger perempuan dan ternyata beliau cukup aktif di beberapa media sosial juga untuk mengenalkan tentang koperasi dan beberapa bisnis miliknya. Bisnisnya dimulai tahun 2010, merintis satu demi satu lahan bisnis untuk menjadi ibu rumah tangga yang lebih produktif, salut dengan ketekunan Mba Widhie. Sejauh ini beliau menggeluti bisnis dibidang kecantikan dan buku edukasi untuk anak. Satu kalimat inspiratif dari beliau tentang pengalaman berbisnis adalah “berkata banyak bangkrut tapi belajar banyak hal dari situ”.

Bisnis bukan perkara cari untung, karena Mba Widhie sering membagikan pesan edukasi perihal buku anak yang dijualnya, di dalam blognya www.widhie.com juga sering membahas tentang kosmetik dan tutorial memakai make up natural. Tak lupa beliau sering membagikan hasilnya di media sosial. Harus dicoba nih ya tutorial dari Mama Umar. Yang saya suka dari postingan Mba Widhie adalah sering membagikan informasi seputar kosmetik dan skincare dan tentunya review yang pasti akan diburu oleh orang-orang pemula seperti saya ini, hehe. Yang saya suka adalah review lipstik karena saya pecinta lipstik dan sering mencoba berbagai merk dan warna, hehe.

Satu lagi kegiatan Mba Widhie untuk majdi ibu rumah tangga yang produktif adalah di Koperasi An-Nisa. Dulunya Mba Widhie hanya sebatas pengurus, tapi sekarang sudah kemnjadi ketua loh, ya. Aku heran, bagaimana beliau mengatur waktu sedemikan dengan anak yang masih kecil tapi aktif berkegiatan. Mba Widhie sering berkampanye dan sosialisasi tentang koperasi, salah satunya yang ada di dalam postingannya “Kami Bukan Rentenir!” setelah saya baca beliau menjelaskan bahwa sistim yang diterapkan di koperasi itu berbeda dengan rentenir yang memberikan utang atau pinjaman pada perseorangan. Perbedaannya, rentenir jika memberikan pinjaman maka ada bunga, sedangkan koperasi ada jasa pinjaman, biaya admin yang nantinya akan kembali pada anggota dalam bentuk SHU atau sisa hasil usaha. Jika ada orang yang meminjam juga tetap harus ditagih jika jatuh tempo karena uang koperasi berputar untuk kegiatan lainnya.

Itulah kisah singkat tentang Mba Widhie yang mulai terjun ke dunia blogging sejak 2012 dan sekarang sudah punya empat blog, lho. Nah, bagaimana nih cara aatur waktunya, hehe. Sungguh ibu rumah tangga yang sangat produktif, ya. Patut ditiru agar semakin banyak ibu rumah tangga yang aktif dan produktif seperti beliau.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^.^