Makan Gratis Saat Ulang Tahun

sungai mentaya, Sampit Kalteng
selfie di depan sungai mentaya, Sampit Kalteng
Tiga juni lalu, usia saya berkurang satu tahun lagi dan Alhamdulillah tepat seperempat abad saya hidup di dunia yang semakin hingar bingar ini. Tapi saya masih muda, dan akan tetap berjiwa muda agar terus bisa menebarkan semangat kebaikan. Dan Alhamdulillah, suami memberikan saya tiket pulang pergi ke Sampit untuk weekend sebelumnya. Aih, senangnya hati ini bisa bertemu suami yang sudah lebih dari satu bulan terpisah lautan luas.

Tari Kecak Uluwatu

Pertunjukan Tari Kecak Uluwatu dimulai jam 6 sore di teater terbuka yang ada di salah satu atas tebing dan kami memang sengaja untuk menunggu dan meilhat tari kecak di Uluwatu. Karena menurut pengalaman dari teman-teman, lebih menyarankan untuk di Uluwatu karena akan disuguhi pertunjukan alam yaitu sunset. Dari jam 5 sore sudah banyak turis yang berkumpul di depan tempat penjualan tiket bahkan suami pun sudah berdiri manis di barisan antrian, hehe. Akhirnya tiket sebesar seratus ribu rupiah per orang dibuka jam setengah 6 sore.

Tari Kecak Uluwatu
tiket masuk pertunjukan tari kecak Uluwatu

Eksotisme Pura Luhur Uluwatu

Eksotisme Pura Luhur Uluwatu tidak cuma terletak pada keindahan dan kemegahan puranya, tapi juga kecantikan pantai dan pesona alam yang membentang luas di luarnya. Perjalanan dari Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana membutuhkan waktu sekitar 20 menit menggunakan motor tapi bisa jadi lebih cepat lagi jika sudah paham jalannya. Perjalanan melewati jalan yang tidak terlalu besar, teduh karena di samping kanan kiri berupa (mungkin) hutan atau berupa lahan dengan banyak pepohonan, tapi tetap ramai dengan kendaraan yang lebih banyak berupa mobil. Untuk pengendara motor kebanyakan bule-bule dengan papan selancar yang bertengger manis di sebelah motor mereka. Tiket retribusi tiap orang sepuluh ribu saja ditambah dua ribu untuk parkir motor dan bisa parkir di mana saja yang terdapat tanda parkir.

Di sekitar pelataran parkir terdapat jajaran penjual aksesoris dan oleh-oleh Bali seperti baju, topi, ukiran kayu, dan lainnya. Serta ada pula berbagai macam restoran. Meskipun sedikit lapar, kami memutuskan untuk tidak makan di restoran yang ada di dalam Pura Luhur Uluwatu karena terlanjur merinding melihat beberapa tempat makan yang menampilkan gambar babi. Walaupun bisa memesan menu yang lain, tapi untuk berjaga-jaga dan waspada akhirnya kita memutuskan untuk langsung masuk ke dalam area pura.

Untuk masuk ke dalam area pura, kita harus membayar kembali di pintu masuk sebesar 25.ooo rupiah untuk masing-masing orang dan mengenakan kain berwarna kuning atau ungu. Setelah memperhatikan beberapa orang yang memakai kain, ternyata perbedaannya adalah: untuk kain yang berwarna kuning yang bentuknya menyerupai selendang khusus untuk pengunjung yang memakai baju atau celana yang panjangnya minimal di bawah lutut, sedang kain berwarna ungu yang lebar untuk penutup kaki pengunjung yang memakai celana atau rok yang pendek di atas lutut. Hal ini mungkin dimaksudkan untuk menjaga sopan santun di dalam pura dengan memakai baju yang pantas dan layak. Seperti halnya di agama saya untuk memasuki tempat ibadah dengan pakaian yang menutup aurat. Tapi di beberapa tempat saya melihat ada turis yang melepas selendangnya guna untuk berfoto di depan pura.

Manfaat Kartu Kredit Meski Beresiko

Memiliki kartu kredit bagi sebagian orang menyimpan sejuta resiko dalam kondisi finansial keluarga, banyak yang beranggapan bahwa kartu kredit adalah petaka karena ujung-ujungnya adalah menambah daftar utang. Belum lagi bunga atas semua transaksi yang kita lakukan. Memang benar adanya resiko tersebut jika sebagai pengguna kartu kredit tidak bisa bijaksana dalam mengatur transaksi, belanja secara impulsif, termakan setiap label "SALE" yang ada di pusat perbelanjaan. Salah satunya adalah saya yang belum menggunakan kartu kredit sampai saat ini, meskipun tawaran dari berbagai macam bank yang saya gunakan terus menderu. Bagaimana tidak, telemarketing salah satu bank sampai harus telepon ke kantor saya demi menawarkan kartu kredit. Alasan saya ya sama, takut belanja secara impulsif jika ada kartu kredit, meskipun dengan kartu debit pun bisa belanja dengan kalap, haha. Pikiran saya sedikit terbuka sejak pemesanan hotel untuk bulan madu di Bali beberapa waktu lalu. Hampir semua hotel dan villa menggunakan kartu kredit sebagai pembayaran atau sekedar jaminan pemesanan. Kelimpungan deh akhirnya, untungnya seorang rekan kerja menawarkan kartu kreditnya sebagai jaminan. Selamat deh.

Di sisi lain yang sebaliknya, banyak pula kalangan yang mengandalkan kartu kredit sebagai alat transkasi sehari-hari. Mungkin alasannya karena tidak ingin repot dengan membawa uang cash. Nah, harusnya kartu debit saja sudah cukup kan ya? Tapi sepanjang yang saya tahu, tidak semua transaksi bisa selesai dengan kartu debit, lain halnya dengan kartu kredit yang bisa digunakan untuk berbagai macam transaksi. Ada beberapa manfaat memiliki kartu kredit, data-data ini saya ambil berdasarkan survey pengguna, antara lain:
  1. Praktis. Manfaat inilah yang memang bisa saya lihat dan rasakan secara kasat mata. Tidak perlu repot membawa uang tunai saat belanja di mall atau belanja online. Banyak situs-situs belanja online besar di Indonesia yang menggunakan kartu kredit sebagai cara pembayaran. Terlebih lagi praktis untuk membeli tiket pesawat, yang sering saya lakukan, atau pemesanan hotel. Tidak perlu repot ke ATM untuk membayar, tinggal masukkan nomer kartu kredit.