Unggah Ungguh

Ndeleng jaman saiki uwong-uwong gak enom, tuwek, cilik, gede, lanang wedok lek nang Jakarta ngomonge mesti nganggo boso gaul Jakarta 'gue-elo'. Tapi lek aku ngrungokne wong ngomong koyok ngono kupingku rasane koyok disogrok-sogrok, opo maneh sing ngomong iku asline wong Suroboyo sing logate iku pasti kethok. Aku gak ngerti sakjane wong ngomong koyok ngono iku njaluk dianggep gaul opo isin ngomong boso Jowoan. Lek aku loh yo, kaet cilik ngomong mesti nggawe boso Jowo, lek nang bapak ibuk utawa wong sing luwih sepuh yo nyoba nggawe boso krama. Senajan gak isok kromo alus sing penting unggah ungguh nang wong sing luweh sepuh iku jik onok. Lha arek cilik saiki akehe podo gak nduwe unggah ungguh. Ngomong nang bapak ibuke misah misuh sak karepe dewe. Lek dikandani senengane mbadali ae. 

Lek nang kanca sak duluran yo boso Jowoan rek, sampe saiki aku kerjo nang Jawa Barat yo jik tak gowo boso Jowoku. Senajan gak kabeh uwong isok ngomong boso Jowo, tapi lek ngomong karo kanca sing asli Jowo yo wes bablas Jowoane. Biasane nang kantorku lek aku ngomong karo kancaku sing teko Jombang, onok kanca kantor sing tekan Bandung ngomong ngene "Tek...tek.. tek... wayange dimulai..." Solae lek wes ngomong boso Jowoan karo kanca sak duluran iku rasane koyok nang omah dewe. Koyok bali nang Suroboyo. Sing nggarai aku bangga maneh karo boso Jowo iku, kanca-kanca kantor sing asline urang Sunda malah njaluk diajari boso Jowoan, terus lek ngomong karo aku yo nggawe boso Jowo. Rasane ikuloh seneng gak karuan. Aku onok crita lucu pas ngomong karo kancaku urang Sunda. Jeneng mas Wahyu, luwih senior ketimbang aku nang kantor.

Aku              : Mas, sampean nang koprasi gak? aku nitip yo?
Mas Wahyu   : Lha ngapain kakiku di koprasi?
Aku              : Sampean mas...
Mas Wahyu   : Sampean iku opo?
Aku              : Sampean iku kamu mas, sama yang lebih tua pake sampean soale lebih sopan.
Mas Wahyu   : Wahaha, kalo di Sunda sampean itu kaki yuukk.. Wahahah

Haha, yo iku sing jenenge keanekaragaman. Sing penting tetep bangga ae karo boso asalse dewe-dewe. Pesenku siji gawe dulur-dulur liyane. Tresno nang boso daerah yo gak opo-opo, iku apik malah, tapi ojok disalah gunakno gawe mbujuki wong liyo. Sak aken rek sing dibujuki iku, soale aku tau dibujuki supir angkot pas numpak len pas nang terminal Bogor gara-garane gak ngerti boso Sunda. Lek wong liyo gak ngerti bosomu yo ngomong ae nggawe boso Indonesia. Setuju toh?

Ulang Tahun Jaman Dulu

Waktu itu umur saya baru 9 tahun ketika ulang tahun saya dirayakan untuk pertama kalinya. Ulang tahun saya dirayakan bersamaan dengan ulang tahun adik perempuan saya yang berumur 3 tahun. Ulang tahun kita tidak pada hari dan tanggal yang sama, tapi ayah saya menempatkan perayaan ulang tahun kami pada hari minggu, saat kedua orang tua dan keluarga besar saya pulang ke rumah di Lamongan karena mereka bekerja di Surabaya. Dan pada hari minggu pula semua teman-teman saya di sekolah bisa hadir di perayaan ulang tahun saya dan adik saya.

Tidak ada kue ulang tahun, hanya ada tumpeng nasi kuning yang cukup besar yang dibuat sendiri oleh nenek saya. Nasi tumpeng itu diletakkan diatas tampah (wadah dari anyaman bambu) dan di sekelilingnya dipenuhi dengan lauk pauk yang semuanya adalah masakan ibu, nenek, dan tante saya. Perayaan ulang tahun ini berlangsung setelah Ashar dan semua teman sekolah yang saya undang menghadiri acara ulang tahun dobel ini. MC dari acara ulang tahun ini adalah ayah saya sendiri. Sedikit mengingat-ingat acara ulang tahun ini cukup sederhana, dimulai dengan menyanyikan lagu ulang tahun secara bersama-sama. Ruang tamu rumah nenek menjadi sangat riuh dengan suara gemuruh nyanyian lagu ulang tahun. Setelah itu tiup lilin secara bergantian antara saya dan adik saya. Saya masih ingat, waktu itu lilin berbentuk angka cukup besar dan berwarna merah. Lilin diletakkan di depan nasi tumpeng dan ditiup bergantian. Setelah saya meniup lilin angka 9, selanjutnya adik saya yang kesulitan meniup lilin berangka 3. Selanjutnya saya memotong ujung tumpeng dan menyuapkannya kepada ayah dan ibu saya.

Oh iya hampir lupa, semua teman yang diundang kami berikan mahkota dari kertas untuk perempuan dan topeng kertas untuk laki-laki, unik kan? Acara selanjutnya adalah penyerahan kado untuk saya dan adik saya. Jadi satu per satu teman-teman yang hadir maju ke depan dan memberikan kadonya untuk saya. Masih jadul banget kan ya? Setelah penyerahan kado selesai ada acara tabur uang receh dari kakek saya. Jadi uang receh di campur dengan beras kuning di tabur di tengah ruang tamu dan semua teman-teman saya akan saling berebut untuk mendapatkan uang-uang receh tersebut. Itu bagian yang saya sukai, karena acara menjadi semakin rame dan seru karena saya pun tidak mau kalah untuk ikut berebut uang receh, hehe. Di penghujung acara ada sesi foto-foto. (Sayang sekali saat ini saya belum bisa upload karena album fotonya ada di Lamongan. Insyaallah saat saya pulang ke Lamongan akan saya upload fotonya di postingan ini walaupun giveawaynya sudah expired.) Semua teman-teman yang hadir mendapatkan bingkisan berupa makanan dan mainan dari saya kalau orang Jawa bilang itu 'berkatan', dan saling berebut untuk mendapatkan balon yang dijadikan hiasan. Malam harinya adalah sesi membuka seluruh hadiah, saya dan adik mendapatkan banyak sekali hadiah. Pada jaman itu hadiah yang nge-trend adalah alat tulis dan boneka, bahkan ada yang memberikan hadiah kue-kue juga. Hihi, I miss that moment.

Itulah pengalaman ulang tahun pertama saya. Sebuah kenangan yang tak akan pernah hilang dari ingatan saya. Yang paling terkenang dari acara ini adalah seluruh keluarga besar saya berkumpul menjadi satu di ruang tamu dalam acara ini. Saling memberikan doa dan nasehat kepada saya. Tapi, yang paling penting adalah kehadiran ayah saya. Kenapa demikian? baca ini. Hampir di setiap acara keluarga tidak ada kehadiran ayah seperti pada postingan ini. Sekarang tidak ada perayaan ulang tahun seperti dulu lagi. Tidak ada kemeriahan di ruang tamu seperti jaman dulu. Tapi setiap tahun saya masih mendapatkan banyak doa dari teman-teman saya seperti tahun lalu. Bagi saya perayaan ulang tahun bukanlah sesuatu yang cukup penting tapi karena terpenting adalah bagaimana kita memaknai hidup kita dan menggunakan umur kita secara bijak. Dan saya berharap tetap bisa mejalani kehidupan ini dengan baik. Satu impian saya yang sampai saat ini belum terwujud dan ingin saya wujudkan: saya ingin merayakan ulang tahun saya bersama ayah saya lagi, entah kapan itu akan terjadi.

***

Postingan ini diikutsertakan pada Give Away Ultah Samara

[BeraniCerita#01] Kursi Goyang


Kursi goyang itu berderit dan bergerak lambat. Aku melihat seorang lelaki bersarung dan memakai baju safari warna coklat usang. Peci hitam itu tak lain adalah milik ayah. Ah, ternyata lelaki itu memang ayah. Aku berjalan lambat menuju kursi goyang itu. Aku melihat ayah sedang menikmati rokok tembakau dan kue cucur yang selalu disediakan ibu di sore menjelang maghrib. Aku duduk bersimpuh dibawah kaki ayah dan menyalami tangan dinginnya.
“Kenapa kau baru datang berkunjung anakku? Ayah sangat merindukanmu.”
Ayah mengusap rambutku dengan lembut saat aku sandarkan kepalaku di tungkai ayah. Aku selalu merindukan saat-saat seperti ini. Menjelang maghrib ayah selalu mendongengkan sejarah pewayangan untukku. Kadang ayah juga menyanyikan tembang jawa dengan suara ala kadarnya. Dengan wajah lelahnya, dia tak pernah surut semangat untuk bercerita kepadaku.
“Ambillah lukisan itu.” Ayah menunjuk salah satu dinding rumah kami yang sudah berkarat tanah. Aku berdiri dan berjalan menuju lukisan tua itu. Lukisan itu penuh debu, warnanya sudah usang.
“Dewi Srikandi…” Kataku sambil memberikan lukisan itu kepada ayah.
“Dewi Srikandi adalah panutan bagi prajurit wanita. Dia adalah wanita yang bertanggung jawab. Srikandi menjadi senapati perang dan menghabisi musuh Pandawa. Jadilah Srikandi di masa depan anakku. Ayah selalu bangga kepadamu.”

Blogiveaway - My Fingerprints


Ada giveaway keren dari ToMKuU nih. Caranya guampaaang bangeeett. Kita cuma diminta untuk membuat postingan yang berisi link tulisan kita yang berbau review. Bisa review tentang kecantikan, tempat wisata, hobi, kuliner dan masih banyak lagi. Satu lagi, hadiahnya juga sukses bikin aku mupeng banget. Voucher MAP senilai satu jeti bookk.. Semoga saya menang ya, hihi. Link yang saya cantumkan ini berisi beberapa review dari arsip saya dan insyaallah akan saya update demi vouchernya, hehe. Semoga bisa menarik perhatian TK dan tim juri lainnya, wish me luck ya peeps ^^

~ Buku:
~ Film
  • http://aiyuchee.blogspot.com/2013/01/5-cm-movie.html
  • http://aiyuchee.blogspot.com/2012/07/amazing-spider-man.html
~ Travelling
~ Makanan
  • http://aiyuchee.blogspot.com/2012/03/pecel-lele-lela.html
  • http://aiyuchee.blogspot.com/2012/02/sego-boran.html
Eh iya jangan lupa kirim link tulisan beserta biodatamu ke emailnya TK ya. Untuk informasi lebih lanjut bisa langsung menuju tom-kuu.blogspot.com. Terima kasih ^^