Menyiapkan Kebutuhan Lebaran

Menyiapkan Kebutuhan LebaranAlhamdulillah sebentar lagi, dalam waktu satu bulan, kita umat muslim akan dipertemukan lagi dengan bulan seribu bulan yaitu bulan suci Ramadhan. Tak terasa sekali datangnya bulan penuh berkah ini. Sudah siapkah? Atau memang sudah menantinya dengan penuh harap? Ya, saya pun menanti datangnya bulan puasa di tahun ini karena ingin sekali berlomba melawan waktu untuk menciptakan seribu kebaikan. Dan yang istimewa dari bulan Ramadhan tahun ini adalah kondisi hamil tua atau mungkin sudah melahirkan. Anak pertama lahir di bulan Ramadhan, membayangkannya saja sudah sangat bahagia sekali apalagi hal tersebut benar terjadi, karena menurut hari perkiraan lahir (HPL), si anak semok akan lahir di tengah bulan Juni nanti. Doakan lancar ya, teman.


Sebenarnya saya masih punya hutang puasa sebanyak 26 hari pada puasa tahun lalu, karena saat itu sedang hamil muda memasuki usia 2 bulan dan dokter melarang saya untuk puasa demi perkembangan janin. Qodarullah, sang janin tetap harus kembali kepada sang penciptanya lebih cepat. Dan selang 2 bulan kemudian, Alhamdulillah saya hamil lagi jadi belum sempat untuk qodo’ puasa karena saat itu masih mengonsumsi beberapa obat agar rahim tetap kuat dan bersih. Sebagai antisipasi saya sudah membayar fidyah, tapi menurut keyakinan yang saya anut, saya tetap harus mengganti puasa tersebut. Dan jika ditambah dengan hutang puasa tahun ini totalnya 56 hari yang harus saya ganti, hehe. Insyaallah kuat. Hayo, buat teman-teman yang masih punya hutang puasa yuk diganti dulu mumpung masih ada waktu satu bulan ke depan. Jangan hanya baju lebaran dan kue-kuenya saja yang dipersiapkan dari sekarang, hutangnya dibayar dulu, hehe.

Saya yakin, mayoritas dari kaum muslim di Indonesia ini sudah menyiapkan kebutuhan menyambut lebaran entah itu sembako untuk buka puasa, kue untuk lebaran, dan yang pasti adalah baju lebaran keluarga. Karena saya pun seperti itu pada tahun-tahun sebelumnya, belanja ke pusat grosir satu atau dua bulan sebelum lebaran untuk mendapat harga yang lebih murah daripada mendekati hari raya. Tahun ini sedikit berdeda, sih, karena lebih teralihkan untuk menyiapkan kebutuhan anak semok dan tentunya tidak ada pusat grosir di Sampit, hehe. Berbelanja kebutuhan untuk lebaran agak tricky sebetulnya, karena bisa menghemat jika kita punya perencanaan yang matang atau malah menguras isi tabungan jika sedang kalap dengan label “SALE”. Biasanya emak-emak nih yang belanjanya kalap, apalagi baju lebaran yang biasanya setiap berkunjung ke rumah saudara harus ganti baju, hehe, hayooo ngaku!

Baca Juga: Selamat Lebaran

Saya ada beberapa tips nih untuk belanja baju lebaran agar tidak menguras kantong terlalu dalam, tips ini sudah saya terapkan pada tahun-tahun sebelumnya dan Alhamdulillah tidak pernah merasa menyesal setelah berbelanja:
Menyiapkan Kebutuhan Lebaran
Menyiapkan Kebutuhan Lebaran
  • Menyiapkan anggaran dan daftar belanja. Sisihkan beberapa persen dari gaji bulanan untuk berbelanja maksimal 10% saja lalu pisahkan dengan uang tabungan lainnya. jika perlu tarik tunai dan simpan di dalam amplop. Saat belanja hanya bawa amplop tersebut tinggalkan kartu debit dan kartu kredit sehingga kita punya batas maksimal untuk belanja. Jangan hutang teman sebelah ya kalau merasa kurang banyak belanjanya, BIG NO! Kemudian buatlah daftar belanja secara rinci, apa saja yang mau dibeli dan untuk siapa saja. Sudah, jangan terkecoh dengan diskon atau promo apapun.
  • Selektif dan penuh pertimbangan. Kesannya ribet ya? Tidak juga kok, yang saya terapkan adalah memilih barang dengan kualitas yang bagus baik dari segi model, warna, dan ukuran. Serta membandingkan harga dari satu toko dengan toko lainnya. Maka dari itu, belanja kebutuhan lebaran harus menyiapkan fisik dan mental yang kuat karena bisa sehari penuh berada di pusat grosir untuk menawar harga. Dapat harga yang lebih murah sepuluh ribu saja senengnya luar biasa lho, hehe.
  • Belanja secara online tidak ada salahnya. Asal punya pertimbangan matang, misalnya toko online tersebut menawarkan promo gratis ongkos kirim, maklumlah ongkos kirim dari ibukota ke Sampit itu lebih dari lima puluh ribu per kilo. Pertimbangan lainnya yaitu diskon yang memang benar-benar diskon, jadi kita harus tahu harga awal sebelum masa lebaran masuk. Serta pilihlah toko onlien yang memang tercercaya.


Itulah beberapa tips yang selama ini saya terapkan untuk menyiapkan kebutuhan lebaran agar tabungan tidak terkuras dalam-dalam meskipun nantinya akan mendapat THR dari perusahaan tempat bekerja. Dapat THR kan Alhamdulillah, ibu rumah tangga yang tidak bekerja lagi seperti saya ini mau dapat THR dari mana lagi kalau bukan dari suami, jadi harus bisa mengatur keuangan dengan tepat. Tapi ya jangan baju lebaran saja yang disiapkan, hatinya juga. Semoga kita semua bisa berjumpa dengan bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari, aamiin.

12 comments:

  1. Iya mba, bentar lagi bulan Ramadhan datang.. Betapa senangnya.. Saking semangatnya, malah udah beli baju wkk :D

    ReplyDelete
  2. Bagus euy baju lebarannya, tetap semangat Mbak nanti buat bayar hutang puasanya :)

    ReplyDelete
  3. Tidak terasa ya mbak sebentar lagu mau puasa, harus nabung nih dari sekarang :D

    ReplyDelete
  4. Saya jg masih ada hutang puasa Yu. 35 malah (menurut hitungan saya). 2014 waktu lagi hamil, lalu tahun 2015 ada 5 bolong karena Faraz lg sakit, sedangkan dia harus full ASI, kasihan klo saya paksakan diri utk puasa lalu ASI saya jd kurang.

    Anyway itu bajunya emang cantik yah Yu, warnanya itu loohh, plus ini cocok utk busui jg krna ada bukaan depan jd akses utk ngeASI ;)

    ReplyDelete
  5. mau lebaran, jangan sampai lapar mata ya mak... belanja sesuai kebutuhan aja :)

    ReplyDelete
  6. suka sama gambar bajunya yang sebelah kanan :)
    rasanya setiap yang memakainya pasti terlihat girly dan feminim :)

    ReplyDelete
  7. Hmm iya nih mbak sepertinya harus dari sekarang nih untuk menyiapkan kebutuhan buat nanti lebaran, ahi hi hi meski masih jauh tapi biar muantappp.

    ReplyDelete
  8. mulai belanja baju dan nyiapin angpao buat ponakan hehe

    ReplyDelete
  9. hwaaa bentar lagi lebaran... musti siap2 nih :D makasih tipsnya :)

    ReplyDelete
  10. Ups, bentar lagi udah mau puasa. Padahal baru aja kemaren puasa. Kayaknya makin cepet aja nih perputaran waktu hehe. Oh ya, tips menyiapkan lebarannya mantap banget mbak dan ini perlu jadi pertimbangan buat kita mulai saat ini. Makasih buat tipsnya mbak

    ReplyDelete
  11. Sebentar lagi ya Ramadhan.. Bahagia insya Allah bisa bertemu lagi dengan Ramadhan. Dan persiapannya oke banget nih mba.. Thanks ya

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^.^