credit: Dokumen pribadi Latree Manohara |
Aku memperhatikan dua gadis kecilku menikmati jus apel porsi jumbo yang sangat mereka sukai. Kulihat mereka sedang asyik dengan canda tawa mereka entah apa yang mereka bicarakan. Sedangkan aku sendiri terpekur dan berulang kali menyapukan pandanganku di sekeliling coffee shop tepat di depan peron.
Keretanya tak kunjung datang, agaknya aku sudah tak sabar menunngu kehadiran bidadari hatiku.
"Ayah, Bunda kapan datang?"
Gadis kecilku mengaburkan lamunanku. Mereka berebut menuju pelukanku dan merajuk. Kupeluk dan kucium mereka satu per satu.
Akhirnya kereta yang kutunggu tiba. Ah, aku bisa melihatnya melambaikan tangannya padaku. Dua gadis kecilku berlari menujunya. Istri dan anak-anakku tersenyum lebar dan mulai berlajan mundur.
Brak.
Disertai suara teriakan kereta api yang melaju cukup kencang di depanku. Bidadari dan gadis kecilku menghilang. Saatnya aku pulang.
*****
Aku memperhatikannya sedari tadi. Aku menuju mejanya setelah dia berjalan gontai meninggalkan choffee shop ini. Dua gelas jumbo jus apel masih terisi penuh dengan nota terselip di salah satu bawah gelas. Seorang kasir menghampiriku.
"Istri dan anaknya meninggal terlindas kereta api saat menyeberang di peron itu. Dia selalu datang setiap hari selasa dan memesan 2 gelas jumbo jus yang sama."
Aku menelan ludah dan membuang nota itu secepatnya.
'Disertai suara teriakan kereta api yang melaju cukup kencang di depanku. Bidadari dan gadis kecilku menghilang. Saatnya aku pulang.'
ReplyDeletemaksud kalimat 'saatnya aku pulang' apa? sepertinya nggak ada hubungannya dengan kalimat awalnya.
maksudnya kalo si suami itu uda waktunya pulang karena uda liat arwah istri dan anak2nya pergi Miss...
Deletehuhuu.. susah dimengerti yaaa? >.<
agak bikin merinding ceritanya, dan sedikit susah dimengerti hihi~ perlu baca berulang ulang biar mudeng >.<
ReplyDeleteme971113.blogspot.com
hihiihi.. dibaca baca lagi Sob :)
DeleteUmm iya, itu kalimat "Saatnya aku pulang." itu memang agak mengganggu. Dan itu istri dan anaknya berjalan mundur? *membayangkan* ngapain pake berjalan mundur?
ReplyDeleteLalu si kasir yg tiba2 aja ngasi penjelasan?
Ini jadi si "Aku" itu semacam lagi de javu gitu ya? kurang menohok sih penggambarannya. IMO.
Jadi cerita ini ada dua karakter "aku" mbak Car.
DeleteYang pertama si Taufiq. Dia sendirian, anak dan istrinya sudah meninggal jadi dia di choffe shop itu dia sedang berhalusinasi.
Lalu tokoh aku yang kedua itu orang lain yang memperhatikan tingkah aneh pada si Taufiq. yang akhirnya diberikan penjelasan oleh kasir coffee shop tersebut..
waaa.. gagal nulis ini >.<
jadi, gini ya. istri dan anak2nya tertabrak kereta di stasiun? aneh sih, soalnya pastinya kan ada petugas peron yang memberi aba-aba dan peringatan, plus bunyi klakson kereta yang mendenging kencang ketika kereta akan melewati tempat tersebut sejak beberapa meter sebelumya. masih ada yg missed kayaknya nih.
ReplyDeletehehe.. penjelasannya sama kayak replyku di komennya mbak Carra, mbak :)
Deleteaku perlu membaca cerita n komen berulang-ulang untuk paham. mungkin gini, ya..
ReplyDeleteini bukan menceritakan saat peristiwa kecelakaan itu terjadi, tapi saat halusinasi si suami/ayah melihat arwah istri dan anaknya (mungkin, untuk kalimat 'berjalan mundur' bisa di ubah 'berbalik dan berjalan menjauh' atau 'berjalan ke belakang', karena kalau jalan mundur mengesankan langkah mundur, tanpa membalik badan). Tapi saya bingung dengan kata 'Braakk'. Ini suara apa ? suara mereka tertabrak? juga pernyataan 'mereka tewas terlindas saat menyeberang di peron. kalo iya, cerita akan mentah lagi dg komen mbak Isti dan Mbak Carra. kecuali kereta apinya sedang "rem blong".. :D
Iya mbak. itu hanya halusinasi suaminya.
Deletesuara Brak itu juga semacam halusinasi yang nyata..
ehmm.. imajinasiku berkata bahwa mereka tertabrak saat akan menyebrang karena terpeleset dan jatuh
aku paham. tapi memang penggambarannya agak membingungkan. twist pov-nya juga bikin bingung krn aku pertama dan aku kedua tidak terkait. mungkin yg kedua pakai orang ketiga aja.
ReplyDeleteIya mak, gagal eksekusi inih >.<
Deleteaku nyimak ya mba..blom berani mengkoreksi wkwkwk...
ReplyDeletetp yg pasti endingnya twistnya dapet :D
heeuu makasih yaakk
Deletemencoba berkali2 akhirnya paham maksudnya..
ReplyDeletekeren :)
Terima kasih :)
DeleteSetelah saya baca dua kali, saya paham. Mungkin di sini yang sedikit kurang adalah jembatan antara perubahan pov 1 dengan cerita di bawahnya. Kapan-kapan saya remake boleh gak?
ReplyDelete*eh? :D
Boleh banget mbak Rini :)
DeleteSedih banget ceritanya. :(
ReplyDeleteAwalnya aku bingung ama kalimat ini:
"Dua gadis kecilku berlari menujunya. Istri dan anak-anakku tersenyum lebar dan mulai berlajan mundur."
Berjalan mundur?
Tapi, setelah baca kalimat selanjutnya dan aku cermati lagi, aku bisa nangkep maksudnya :)
Iya inih agak belibet yak
Delete